Manusia tidak diciptakan oleh Allah untuk terbang. Takdir manusia adalah berada didarat. Sehingga orang yang bekerja di udara seperti astronot, pilot and cabin crew bisa dikatakan melawan “takdir” tuhan. Dan karena melawan “takdir” tersebut setiap pilot yang pernah bercerita dengan saya pernah mengalami kejadian kejadian yang hampir merengut jiwa mereka, tidak terkecuali saya selama menempuh flight training saya mengalami 2 kali kejadian yang benar benar membuat saya hampir kehilangan nyawa.
Ada beberapa buku tentang penerbangan yang menceritakan kisah pengalaman para pilot tentang situasi seperti ini seperti “7 pilot mencari tuhan”, “Miracle of flight” karya Capt. Abdul Razaq, pilot garuda yang melakukan emergency landing di sungai belawan solo dan juga beberapa buku penerbangan yang ditulis oleh bapak Cheppy Hakim. Semua kisah mereka sangat inspirational bagi saya.
Cheif Quality control di sekolah, Capt. Totong Sampoerno saya dulu pernah berkata “apa yang kalian lakukan pertama kali ketika mengalami situasi emergency?” kami semua menjawab hal yang pertama kali adalah berdoa. beliau bilang salah, karena kita tidak punya waktu untuk berdoa sebab 3 menit di situasi emergency itu sangat panjang seperti 3 jam di situasi normal. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan semua prosedur emergency.
chief training di garuda indonesia Capt. Lucky juga pernah berkata pekerjaan pilot adalah penuh dengan ketidak pastian karena itu tugas kita adalah meminimalisir ketidak pastian tersebut. oleh sebab iu seorang penerbang harus “tough” tidak boleh manja!
Sehingga pilot dilatih secara rutin untuk menghadapi situasi emergency atau abnormal itu sebabnya “pilot is the most trained profesion in the world”. setiap 6 bulan sekali kita harus melaksanakan medical exemination, profeciency check dan tes tes lainnya di simulator pesawat.
saat ini saya mengantongi 155 jam terbang dan selama itu saya mengalami 2 kali situasi yang hampir membunuh saya. kejadian itu adalah:
Kejadian pertma ketika saya dan teman mutual saya Dion Anugroho sedang melalukan Cross County dari bandara belimbing sari di banyuwangi ke bandara selaparang di lombok. ketika hendak landing terakhir di banyuwangi pas pesawat hendak touch down tiba tiba ada gust atau angin yang bertiup dari samping pesawat yang cukup kencang sekitar 18 knot atau 36 km/jam, pesawat saya langsung terhempas keluar sebelah kiri dari landasan, saya yang waktu itu bertindak sebagai pilot in command langsung melakukan “go arround” prosedur, naik lagidan memutar balik dan landing lagi dengan selamat. saat itu kondisi pesawat sudah beberapa meter dari rumput dan “stall warning” yaitu peringatan kalau pesawat akan kehilangan lift dan akan jatuh seperti batu sudah berbunyi. jika telat beberapa saat saja saya sudah pasti mengalami kecelakaan.
Kejadian kedua terjadi sewaktu saya sedang instrument training di solo. saat itu posisi pesawat berada di radial 120 dan 22 NM dari SLO VOR atau 44 km dari bandara adisumarmo. tiba tiba saja pesawat mengalami loss power yaitu mesin pesawat tidak bekerja dengan maksimal. pada saat itu saya sedang bersama instruktur saya dan teman saya xyzuo sedang ada di kursi belakang. awalnya saya merasa pesawat turun dari ketinggian yang seharusnya, sehingga saya menambahkan power pesawat agar pesawat tetap diketinggian yang diingginkan yaitu 3000 feet.
“riko you need to add more power so we dont decent” kata instruktur saya. “sir, is already on full power”. “oww sh*t you just had a real emergeny” kemudian kita mengecek ternyata suhu oli sudah sangat tinggi dan tekanan oli sangat rendah. pesawat normah maximal RPMnya bisa sampai 2600 RPM ini hanya sampai 2100 RPM dan pesawat mulai turun pelan. saat itu kami langsung melakukan emergency prosedur, saya menerbangkan pesawat kembali ke bandara, instruktur saya mencari tempat pendaratan yang layak seperti sawah, jalan, atau lapangan dan xyzquo membaca pilot operating handbook yang ada di peawat untuk mencari solusi atas power loss dari mesin ini. situasi tamnah parah ketika kami bilang ke ATC kalau kita ingin balik ke bandara tapi ditahan karena ada 2 pesawat yang ingin landing, setelah diberitahu kami mengalami emergecy baru kami langsung diperbolehkan balik kebandara. pada saat sudah mendekati bandara ketinggian kami sudah setikat 2000 feet dan anehnya tiba tiba mesin kembali normal, suhu oli normal, tekanan oli normal dan power juga sudah kembali normal. sehingga kali dapat mendarat dengan selamat.
pada saat itu terjadi sedikit kesalah pahaman antara saya dan instruktur, dia mengira bandara ada di belakang kami tapi saya bilang bandara ada didepan kami sehingga kami sedikit berdebat dan akhirnya kami menyalakan alat bantu navigasi yaitu ADF semacam alat di pesawat yang menunjuk ke bandara. di situsi emergency seperti itu sangat wajar jika kita mengalami disorientasi karena tingkat stress dan panik oleh sebab itu kita harus tetap tenang dalam menghadapinya.
konon katanya kami berada diatas makam ibu tien di astana giribangun di karanganyar, kata driver kami yang orang lokal burung saja yang lewat diatasnya langsung jatuh. percaya atau tidak percaya. tetapi setelah dicek oleh mekanik tidak terjadi apa apa dengan pesawat itu, bahkan besoknya pesawat itu sudah kembali terbang, tetapi 2 hari kemudian, oli pesawat itu merembes ke bodi bagian bawah pesawat. beberapa kali dicoba diperbaiki oleh mekanik tapi tidak bisa, sampai akhirnya harus ganti mesin.
“i was so scared, man” ucapan pertama kali yang diucapkan instruktur saya sesudah kami memarkinkan pesawat. “i thougt were gonna die today, sir” “yes, we were born again today.”
setiap saya tanya ke ayah teman saya yang pilot ketika dia mengahadapi situasi emergency dia bilang ketika kejadian itu kita biasa aja, tidak ada perasaan takut tapi setelah pesawat parkir baru kaki gemeteran. begitu juga dengan saya, di kedua kejadian tersebut tidak ada rasa takut tetapi sesudah landing baru kaki gemeteran. saya tanya ke dion, “lo waktu itu takut ga sih waktun kita mau “nyangkut di rumput” “kagak, gw liat lo pede and gw ngerasa pesawatnya undercontrol jadi gw ga takut”
tulisan ini dibuat bukan bertujuan untuk memamerkan tau “show off” tapi untuk membagi penglama ke teman teman semua. saya mempunya pegangan bahwa “experiance is the best teacher, but you dont have the time to experiance it all so learn from other experiance” itulah sebabnya saya senang membaca butu biografi terutapi kisah kisah penerbangan.






Untuk mendapatkan SPL (Student Pilot License) ada beberapa test yang harus dilewatin oleh para calon pilot ini. Waktu itu saya mencari informasi mengenai apa saja yang akan dites, bagaimana cara agar lulus dan lain lain lewat internet. Biasanya forum forum pecinta aviasi banyak menberikan informasi ini, seperti indoflyer.net atau ilmuterbang.com.
Banyak orang yang nanya “ko.. kenapa lo tiba tiba pengen jadi pilot, ga sayang apa?? Percumah donk lo capek capek kuliah pilot ujung ujungnya ga kepake juga!!”
