Is not just a matter of skills

Ketika dulu awal awal saya circuit training, saya mengalami kesulitan sehingga saya sempat berpikir apakah saya bisa menjadi pilot? Teman saya Avie Farhabie kemudian berkata “even monkey can fly” witch is true but flying is not about your flying skills, ada banyak faktor yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang pilot yang baik.

Faktor tersebut antara lain mental, awareness, dan decision making. Kenapa student pilot ada terbang solo? Itu dilakukan untuk melatih hal hal tersebut diatas. Your alone on that plane and your life depends on your judgment and ability. And if your flying an airliner more than 100 lives depend on you.

Now, your flying skills mungkin bisa diajarkan oleh instruktur kita, tapi mental and hal hal lain tersebut apakah dilatih oleh instruktur? Maybe yes, maybe no.

Ada beberapa orang yang saya kenal jika dia terbang dia mengalami “demam panggung” ada juga yang jika diberi pressure sedikit oleh instruktur dia langsung “ngeblank”, brain freeze kalau kata instruktur saya. “Your in the airplane but you don’t fly the airplane.” He don’t know what to do.

Setiap orang mempunyai judgment yang berbeda dengan yang lain. Contohnya ketika saya terbang mutual cross country dari belimbing sari, banyuwangi ke selaparang, lombok dengan rekan saya mike papilaya, di selat lombok ada awan yang cukup tebal. Ketidak itu kami terbang di ketinggian 7000 feet. Opsi saya adalah turun ke ketinggian yang lebih rendah atau tetap di ketinggian ini dan mencari celah di awan tersebut. Rekan saya menyarankan agar tetap diketinggian ini dan mencari jalan disela sela awan. Karena saya pilot in command (PIC) Pilihan saya adalah turun dari ketinggian 7000 feet dan akhirnya kita melewati kumpulan awan tersebut.

Saya dan rekan saya memiliki judgment yang berbeda tapi kedua decision tersebut tetap dalam batas yang aman. Hanya penilaiannya saja yang berbeda dari tiap orang.

Sifat sifat itu yang dinamakan dengan Airmanship yang harus dimiliki oleh seorang penerbang. Salah satu inspektor dari DSKU yang pengecek PPL license saya pernah berkata “saya tidak akan meluluskan orang yang saya tau akan membahayakan keluarga saya jika dia pilotnya.” Big applause to the man, right safety first sir..!!

Being a pilot is not just about flying, its about decision making dan judgment because many lives depends on you.

3 Comments »

  1. sip bener banget tuh gan..

    ane juga kerja di sekolah penerbangan gan..

    buka dong situs kami di http://airlinesbusinesscareer.com 🙂

  2. DR MANDANG MICHAEL said

    “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
    Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
    Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
    Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

    Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.
    Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.”
    Maka pergilah Elifas, orang Teman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub.

    Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.
    Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas.
    TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
    Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;
    dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.
    Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.
    Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.
    Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.

  3. Askme said

    Artikel yg bagus,gue juga ga tau kenapa tiba2 pengen banget jadi pilot,sekarang sih gue masih sekolah kelas 2 SMA,masalah nya gue di jurusan IPS,bisa ga yah jadi pilot? Thanks

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: